Kamis, 09 Mei 2013

KENAKALAN KENAKALAN REMAJA X21



KENAKALAN REMAJA

         



  Usia remaja, menurut psikologi, berkisar dari usia sepuluh sampai dua belas tahun. 

Pada masa remaja ini, anak-anak akan mengalami pertumbuhan fisik dan mental yang paling 

pesat karena masa ini merupakan masa dimana remaja mencari jati diri dan berkembang. 

Masa remaja ini merupakan masa yang sangat penting karena akan menentukan karakter 

anak tersebut saat beranjak dewasa. 
Pada masa remaja ini, kenakalan memang adalah suatu hal yang sangat biasa karena memang para remaja memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Namun, bila tidak diawasi dengan baik, tidak mustahil bagi mereka untuk terjerumus ke dalam kondisi yang sangat merusak, baik pribadi, maupun sosial.

Definisi Kenakalan Remaja :
     Menurut Santrock (dikutip dalam Hixon, 2006), kenakalan remaja adalah tindak kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja yang dikarenakan perilaku menyimpang yang didasari pengabaian nilai-nilai sosial.

Jenis-jenis Kenakalan Remaja :
     Berdasarkan definisi remaja di atas, kenakalan remaja terbagi menjadi dua jenis. Yakni yang merupakan pelanggaran nilai hukum dan pelanggaran nilai sosial.

     Pelanggaran nilai hukum. Pelanggaran yang pada dasarnya tidak sesuai dengan jalan hukum. Pelanggaran macam ini terdiri dari penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol, vandalisme, pencurian, tindak kekerasan, dan sex bebas.

     Pelanggaran sosial. Melingkup pemasangan tato, penggunaan bahasa kasar, kelalaian dalam aktifitas edukasi, kebut-kebutan, dan kurangnya rasa hormat.

Penyebab Kenakalan Remaja :
     Ada berbagai macam alasan yang menimbulkan aksi-aksi kenakalan remaja, namun, penyebab-penyebab itu bisa dibagi menjadi dua kategori besar. Yakni faktor internal dan faktor eksternal.
     
Faktor internal: Pada dasarnya, seorang individu bisa melakukan kenakalan-kenakalan karena didasari oleh gejolak-gejolak dalam dirinya sendiri. Contoh faktor internal adalah:
     
Krisis identitas, Anak-anak yang merasa belum menemukan jati diri mereka cenderung ingin melakukan berbagai macam hal yang bisa membuat mereka merasa lebih hidup dan hal ini mungkin mereka rasakan dengan melanggar norma-norma.
    
 Kurangnya kontrol diri. Terkadang, para remaja mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah. Namun, karena tidak mampu mengontrol diri, mereka akhirnya terjerumus ke dalamnya.
    
 Kurangnya perhatian terhadap sang individu. Para remaja yang merasa bahwa dirinya kurang diperhatikan cenderung melakukan kenakalan-kenakalan guna mendapat perhatian.
     
Faktor eksternal. Selain faktor internal, ada juga hal-hal dari lingkungan yang mempengaruhi seorang individu sampai mereka akhirnya melakukan kenakalan-kenakalan yang terkadang di luar batas. Faktor eksternal terdiri dari:
   
  Konflik keluarga. Para remaja yang memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan orang tuanya cenderung merasa marah dan tidak diperhatikan. Karena itu, terkadang mereka berusaha untuk menutupi perasaan mereka dengan melakukan kenakalan-kenakalan.
     
Lingkungan pertemanan yang buruk. Bila sang remaja memiliki teman-teman yang nakal, maka sang remaja secara perlahan akan melakukan kenakalan-kenakalan yang dilakukan temannya supaya bisa di terima di lingkungan sosialnya.

Dampak dari Kenakalan Remaja :
 
Ketergantungan terhadap alkohol dan narkotika. Bila sang remaja terjerumus dalam lingkungan yang membiarkannya mengkonsumsi alkohol dan narkoba, sang remaja akan memiliki ketergantungan.
 
Temperamen yang buruk dan kelakuan yang kasar. Karena sering melakukan pemberontakan, mereka sering merasa tidak puas terhadap lingkungan dan merasa marah dan tidak ragu-ragu dalam melakukan tindakan kasar.

Merugikan orang lain. Para remaja nakal sering mengganggu kehidupan orang-orang disekitarnya seperti dengan melakukan pencurian, pemalakan, kekerasan, dan sebagainya.

Hukuman legal yang mempengaruhi masa depan sang remaja. Bila sang remaja melakukan kenakalan-kenakalan yang ilegal, mereka akan dimasukan ke penjara dan hal ini akan terekam dalam data mereka sehingga ke depannya, akan sulit bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan.

 
Cedera atau bahkan kematian. Remaja yang melakukan tindak kenakalan berupa kekerasan atau sejenisnya, akan sering menjadi target kekerasan dari kelompok atau orang lain. Sehingga, tidak jarang terjadi perkelahian yang berakibat pada kematian.

Penanganan untuk Kenakalan Remaja :
    Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi tindak-tindak kenakalan remaja. Berikut adalah beberapa contohnya.
    
 Menyalurkan sifat pemberontak mereka ke jalur yang tidak destruktif. Bila sang remaja memiliki kecenderungan untuk memberontak atau bertindak kasar, kita bisa menyalurkannya dalam bentuk pekerjaan dimana mereka bisa melepaskan semua emosi mereka seperti olahraga tinju yang tentunya, sportif.
    
 Mengedukasikan masyarakat untuk lebih mengenal pentingnya kasih sayang. Masyarakat sering remaja yang nakal dengan sebelah mata, sehingga pada akhirnya memperlakukan mereka dengan semena-mena yang berakibat semakin nakalnya remaja tersebut. Bila masyarakat diedukasi, tingkat kenakalan akan menurun.

Hal ini semua bisa terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut 

- kurangnya kasih sayang orang tua.

- kurangnya pengawasan dari orang tua.

- pergaulan dengan teman yang tidak sebaya.

- peran dari perkembangan iptek yang berdampak negatif.

- tidak adanya bimbingan kepribadian dari sekolah.

- dasar-dasar agama yang kurang

- tidak adanya media penyalur bakat dan hobinya

- kebasan yang berlebihan

- masalah yang dipendam

tips untuk mengatasi dan mencegah kenakalan remaja, yaitu:

- Perlunya kasih sayang dan perhatian dari orang tua dalam hal apapun.

- Adanya pengawasan dari orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas tersebut.

- Biarkanlah dia bergaul dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.

- Pengawasan yang perlu dan intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll.

- Perlunya bimbingan kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan waktunya selain di rumah.

- Perlunya pembelanjaran agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.

- Kita perlu mendukung hobi yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan kepercayaan dirinya.

- Anda sebagai orang tua harus menjadi tempat CURHAT yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.