KENAKALAN
REMAJA
Pada masa remaja ini, anak-anak akan mengalami pertumbuhan fisik dan mental
yang paling
pesat karena masa ini merupakan masa dimana remaja mencari jati
diri dan berkembang.
Masa remaja ini merupakan masa yang sangat penting karena
akan menentukan karakter
anak tersebut saat beranjak dewasa.
Pada masa remaja ini, kenakalan memang adalah
suatu hal yang sangat biasa karena memang para remaja memiliki rasa ingin tahu
yang sangat tinggi. Namun, bila tidak diawasi dengan baik, tidak mustahil bagi
mereka untuk terjerumus ke dalam kondisi yang sangat merusak, baik pribadi,
maupun sosial.
Definisi Kenakalan Remaja :
Menurut Santrock (dikutip dalam Hixon,
2006), kenakalan remaja adalah tindak kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak
dan remaja yang dikarenakan perilaku menyimpang yang didasari pengabaian
nilai-nilai sosial.
Jenis-jenis Kenakalan Remaja :
Berdasarkan definisi remaja di atas,
kenakalan remaja terbagi menjadi dua jenis. Yakni yang merupakan pelanggaran
nilai hukum dan pelanggaran nilai sosial.
Pelanggaran nilai hukum. Pelanggaran
yang pada dasarnya tidak sesuai dengan jalan hukum. Pelanggaran macam ini
terdiri dari penggunaan obat-obatan terlarang dan alkohol, vandalisme,
pencurian, tindak kekerasan, dan sex bebas.
Pelanggaran sosial. Melingkup
pemasangan tato, penggunaan bahasa kasar, kelalaian dalam aktifitas edukasi,
kebut-kebutan, dan kurangnya rasa hormat.
Penyebab Kenakalan Remaja :
Ada berbagai macam alasan yang
menimbulkan aksi-aksi kenakalan remaja, namun, penyebab-penyebab itu bisa
dibagi menjadi dua kategori besar. Yakni faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal: Pada dasarnya, seorang individu bisa melakukan
kenakalan-kenakalan karena didasari oleh gejolak-gejolak dalam dirinya sendiri.
Contoh faktor internal adalah:
Krisis identitas, Anak-anak yang merasa belum menemukan jati diri mereka cenderung
ingin melakukan berbagai macam hal yang bisa membuat mereka merasa lebih hidup
dan hal ini mungkin mereka rasakan dengan melanggar norma-norma.
Kurangnya kontrol diri. Terkadang, para
remaja mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah. Namun, karena
tidak mampu mengontrol diri, mereka akhirnya terjerumus ke dalamnya.
Kurangnya perhatian terhadap sang individu. Para
remaja yang merasa bahwa dirinya kurang diperhatikan cenderung melakukan
kenakalan-kenakalan guna mendapat perhatian.
Faktor eksternal. Selain faktor internal, ada juga hal-hal dari lingkungan yang
mempengaruhi seorang individu sampai mereka akhirnya melakukan
kenakalan-kenakalan yang terkadang di luar batas. Faktor eksternal terdiri
dari:
Konflik keluarga. Para remaja
yang memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan orang tuanya cenderung
merasa marah dan tidak diperhatikan. Karena itu, terkadang mereka berusaha
untuk menutupi perasaan mereka dengan melakukan kenakalan-kenakalan.
Lingkungan pertemanan yang buruk. Bila sang remaja memiliki teman-teman
yang nakal, maka sang remaja secara perlahan akan melakukan kenakalan-kenakalan
yang dilakukan temannya supaya bisa di terima di lingkungan sosialnya.
Dampak dari Kenakalan Remaja :
Ketergantungan terhadap alkohol dan narkotika. Bila sang remaja terjerumus dalam
lingkungan yang membiarkannya mengkonsumsi alkohol dan narkoba, sang remaja
akan memiliki ketergantungan.
Temperamen yang buruk dan kelakuan yang
kasar. Karena sering melakukan
pemberontakan, mereka sering merasa tidak puas terhadap lingkungan dan merasa
marah dan tidak ragu-ragu dalam melakukan tindakan kasar.
Merugikan orang lain. Para remaja nakal sering mengganggu kehidupan
orang-orang disekitarnya seperti dengan melakukan pencurian, pemalakan,
kekerasan, dan sebagainya.
Hukuman legal yang mempengaruhi masa depan
sang remaja. Bila sang remaja
melakukan kenakalan-kenakalan yang ilegal, mereka akan dimasukan ke penjara dan
hal ini akan terekam dalam data mereka sehingga ke depannya, akan sulit bagi
mereka untuk mendapatkan pekerjaan.
Cedera atau bahkan kematian. Remaja yang melakukan tindak kenakalan
berupa kekerasan atau sejenisnya, akan sering menjadi target kekerasan dari
kelompok atau orang lain. Sehingga, tidak jarang terjadi perkelahian yang
berakibat pada kematian.
Penanganan untuk Kenakalan Remaja :
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan
untuk mengurangi tindak-tindak kenakalan remaja. Berikut adalah beberapa
contohnya.
Menyalurkan sifat pemberontak mereka ke jalur yang
tidak destruktif. Bila sang remaja memiliki kecenderungan untuk
memberontak atau bertindak kasar, kita bisa menyalurkannya dalam bentuk
pekerjaan dimana mereka bisa melepaskan semua emosi mereka seperti olahraga
tinju yang tentunya, sportif.
Mengedukasikan masyarakat untuk lebih mengenal
pentingnya kasih sayang. Masyarakat sering remaja yang nakal dengan
sebelah mata, sehingga pada akhirnya memperlakukan mereka dengan semena-mena
yang berakibat semakin nakalnya remaja tersebut. Bila masyarakat diedukasi,
tingkat kenakalan akan menurun.
Hal ini semua bisa
terjadi karena adanya faktor-faktor kenakalan remaja berikut
- kurangnya kasih sayang
orang tua.
- kurangnya pengawasan
dari orang tua.
- pergaulan dengan teman
yang tidak sebaya.
- peran dari
perkembangan iptek yang berdampak negatif.
- tidak adanya bimbingan
kepribadian dari sekolah.
- dasar-dasar agama yang
kurang
- tidak adanya media
penyalur bakat dan hobinya
- kebasan yang berlebihan
- masalah yang dipendam
tips untuk mengatasi dan
mencegah kenakalan remaja, yaitu:
- Perlunya kasih sayang dan
perhatian dari orang tua dalam hal apapun.
- Adanya pengawasan dari
orang tua yang tidak mengekang. contohnya: kita boleh saja membiarkan dia
melakukan apa saja yang masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita
dia telah melewati batas yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu
dia dampak dan akibat yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal
yang sudah melewati batas tersebut.
- Biarkanlah dia bergaul
dengan teman yang sebaya, yang hanya beda umur 2 atau 3 tahun baik lebih tua
darinya. Karena apabila kita membiarkan dia bergaul dengan teman main yang
sangat tidak sebaya dengannya, yang gaya hidupnya sudah pasti berbeda, maka dia
pun bisa terbawa gaya hidup yang mungkin seharusnya belum perlu dia jalani.
- Pengawasan yang perlu dan
intensif terhadap media komunikasi seperti tv, internet, radio, handphone, dll.
- Perlunya bimbingan
kepribadian di sekolah, karena disanalah tempat anak lebih banyak menghabiskan
waktunya selain di rumah.
- Perlunya pembelanjaran
agama yang dilakukan sejak dini, seperti beribadah dan mengunjungi tempat
ibadah sesuai dengan iman kepercayaannya.
- Kita perlu mendukung hobi
yang dia inginkan selama itu masih positif untuk dia. Jangan pernah kita
mencegah hobinya maupun kesempatan dia mengembangkan bakat yang dia sukai
selama bersifat Positif. Karena dengan melarangnya dapat menggangu kepribadian dan
kepercayaan dirinya.
- Anda sebagai orang tua
harus menjadi tempat CURHAT yang nyaman untuk anak anda, sehingga anda dapat
membimbing dia ketika ia sedang menghadapi masalah.